Bagaimana Hukum Zakat Profesi Gaji Bulanan? Berikut Penjelasannya!

zakat profesi

Memiliki gaji bulanan dengan hasil kerja keras Anda sendiri merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang mana mampu mencukupi segala kebutuhan hidup Anda sendiri maupun untuk keluarga. Akan tetapi pada gaji bulanan tidak terdapat zakat terkecuali apabila Anda menerima gaji serta tetap tersimpan bersama dalam satu tahunnya. Dalam hal mezakati maka ada dua hal yang wajib untuk di zakati yaitu dua mata uang seperti perak dan emas. Bagi Anda yang sudah memiliki penghasilan yang sudah mencapai haul (1 tahun) maka Anda pun memiliki kewajiban untuk membayar zakat.

Zakat gaji tidak dapat diqibaskan dengan zakat yang di dapat dari hasil bumi. Seperti yang sudah ada bahwa persyaratan haul (satu tahun) mengenai wajibnya zakat bagi 2 mata uang yaitu perak dan emas, karena kedua hal tersebut merupakan persyaratan yang sudah jelas berdasarkan nash. Apabila sudah ada nash, maka qiyas pun sudah tiada lagi. Dengan begitu maka bagi gaji pegawai yang belum mencapai haul maka tidak diwajibkan untuk zakat.

Apabila seorang muslim sudah menjadi pegawai yang mendapatkan gaji pada setiap bulannya, namun tidak memiliki sumber penghasilan yang lainnya asalkan sudah memenuhi haulnya, dengan niatan untuk membayar zakat di muka, maka hal tersebut adalah hal yang baik-baik saja. Apabila uang gaji sudah terkumpul dan sudah mencapai nishap, maka zakat pun wajib untuk dipenuhi.

Gaji merupakan upah kerja yang diberikan dalam waktu yang telah ditentukan, biasanya gaji diberikan pada satu bulan sekali, akan tetapi tidak semuanya berlaku dengan ketentuan yang sama, karena pada setiap perusahaan memberi ketentuan serta kebijakan yang berbeda-beda. Selain mendapatkan gaji, adapula cara lain yang dinamakan sebagai honorarium yang mana uang hal ini dibayarkan sebagai tanda balas jasa terhadap pada pekerjaan yang dilakukan di luar pekerjaan sedangkan uang yang didapatkan pun juga lumayan besar.

Tidak semua hukum zakat profesi gaji bulanan akan diwajibkan untuk berzakat. Karena tidak semua kekayaan yang dimiliki oleh orang muslim dikenakan wajib untuk zakat, ada empat macam, yaitu seperti yang ada di bawah ini:

1. Bebas zakat yang mana seperti dengan rumah tempat tinggal beserta alat transportasi, dan seluruh peralatan kerja.
2. Wajib di zakati pada harta bendanya saja, misalnya perak dan emas apabila sudah mencapai nishab dan sudah dimilikinya selama jatuh tempo atau setahun.
3. Penghasilan kerja atau usaha wajib di zakati misalnya saja pada hasil perkebunan atau pertanian, sewa rumah dan sewa gedung (bukan harga pada gedungnya).
4. Benda yang dimilikinya akan dikenakan denda misalnya saja ternak sapi, kambing atau ternak hewan yang lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*