Mengenal Tugas Sebuah Lembaga Wakaf Pangan

wakaf pangan

Bagi sebagian orang tentunya banyak yang sudah melaksanakan kewajiban yaitu untuk berzakat dan juga sedekah bukan. Ini adalah salah satu bentuk wajib menjalankan rukun islam, bahkan lebih sempurna lagi bagi seseorang dengan tingkatan ekonomi tinggi juga berwakaf, wakaf merupakan sebuah cara yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan manfaat dari benda yang mereka wakafkan sebelum meninggal. Jangan salah karena bentuknya bisa sangat bermacam-macam tak hanya sebatas pada tanah atau bangunan saja, melainkan juga bisa lebih dari itu. Salah satunya adalah jenis wakaf pangan. Lembaga wakaf pangan yang ada di Indonesia ini nantinya bertugas untuk mengelola harta yang sudah Anda wakafkan tersebut, untuk kemudian digunakan sebagai modal dalam memberdayakan beberapa bidang.

Faktanya sebagian banyak diantara masyarakat memang hanya tau wakaf nantinya akan digunakan untuk pembangunan masjid, sekolah atau sarana sosial yang lainnya. Pembangunan hal-hal tersebut memang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun jika dilihat sebenarnya kebutuhan utama dari penduduk Indonesia sendiri tak sebatas pada sarana sosial. Jika ternyata kebutuhan pokok untuk hidup saja ternyata masih sangat kekurangan, diantaranya adalah dari segi makanan.

Sehingga sudah selayaknya bagi lembaga ini untuk menyalurkannya dalam bentuk yang lebih tepat, seperti pemberian beras atau daging. Itulah mengapa sekarang ini memang sudah dikenal istilah baru terkait dengan wakaf pangan. Keberadaan sebuah lembaga wakaf agaknya memiliki fungsi atau peran yang sangat penting, diantara tugas-tugas mereka adalah:

  1. Membina nazhir dalam mengelola dan juga mengembangkan harta benda dari wakaf tersebut. Nazhir adalah orang yang dipercaya dalam melakukan pengelolaan uang atau harta benda wakaf tersebut.
  2. Mengelola dan juga mengembangkan harta benda dari wakaf baik itu yang skalanya nasional maupun internasional, faktanya jenis yang diwakafkan oleh seorang wakif umumnya sangat banyak. Tak hanya yang ada di dalam negeri saja, melainkan juga ada hingga ke luar negeri, sehingga pengelolaannya juga bisa sampai internasional.
  3. Memberikan izin atas perubahan status atau kepemilikan, bagian yang paling utama ketika akan mewakafkan harta benda kesini memang perizinan atau perubahan status yang dulunya adalah milik sah wakif kemudian dipindahtangankan, sehingga tak memicu adanya konflik di kemudian hari.
  4. Memberhentikan dan juga mengganti nazhir, ketika seorang nazhir ternyata tak layak maka akan diganti dengan yang baru, maka ini harus seizin dari badan pengelola dari wakaf tersebut.
  5. Memberikan saran dan juga petunjuk atas penukaran dari harta benda wakaf tersebut.

Lebih baik mempercayakan pada tangan yang sudah dipercaya dan handal sendiri, dibandingkan sekedar memberikan instruksi. Wakaf ini memang tak wajib dilakukan oleh setiap orang, namun akan lebih baik jika Anda memiliki harta lebih untuk mewakafkannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*