Kelaparan di Nigeria dan Konflik Berkepanjangan

 

Negara Nigeria kerap dijuluki sebagai Giant of Africa. Hal ini tak lepas dari besarnya jumlah penduduk serta perkembangan ekonomi yang cukup pesat di negara tersebut. Bahkan pada tahun 2015 lalu, Nigeria berada di posisi 20 sebagai negara yang memiliki perkembangan ekonomi terbesar di dunia. Akan tetapi, nyatanya sebaris prestasi ini tetap dibarengi dengan catatan kelam berupa bencana kelaparan di Nigeria. Kelaparan terutama terjadi di  timur laut dari ibukota Abuja. Negara bagian yang menderita kelaparan terparah ialah Borno, Adamawa serta Yobe. Sekjen PBB turut menyebutkan bahwa ada setidaknya 5.1 juta penduduk Nigeria yang menderita kelaparan serta kekurangan gizi secara serius. Di antaranya adalah 450 ribu anak-anak yang kondisi gizinya sudah buruk akut. Dengan pertumbuhan ekonomi pesat, nyatanya Nigeria tidak lepas dari bencana kelaparan. Ternyata hal ini ada kaitannya dengan konflik berkepanjangan di negara tersebut.

Kelaparan di Nigeria

Konflik Meradang Sebabkan Nigeria Jatuh Dalam Kelaparan

Selain Somalia dan Sudan, Nigeria juga tidak lepas dari konflik yang turut menjadi penyebab dari kelaparan di Nigeria. Konflik mulai pecah pada tahun 2009, saat beberapa negara bagian mulai melakukan perebutan kekuasaan terutama antara pemerintah dengan kelompok agresif yang menamakan diri mereka Boko Haram. Wilayah yang paling menderita akibat konflik ini adalah timur laut Afrika karean serangan yang intens di sana. Korban jiwa berjatuhan sementara bangunan dan lahan rusak parah. Penduduk tidak memiliki pilihan lain di samping mengungsi. Menurut World Food Program, sebanyak 1.9 juta penduduk meninggalkan kampung halaman untuk mendapat perlindungan. Salah satu kamp pengungsian ada di Maiduguri yaitu Kamp Bakassi. Sebagian besar dari para pengungsi ini menderita gizi buruk dan terjangkit penyakit malaria.

Selain Kamp Bakassi, masih ada lagi lima belas kamp pengungsian yang terdapat di Maiduguri. Penduduk yang berasal dari daerah konflik terparah memutuskan untuk mengungsi ke kamp-kamp ini. Sementara lahan pertanian yang ditinggalkan begitu saja akan rusak karena serangan agresi militer. Produksi pertaniann serta perkebunan akan menurun drastis, pangan menjadi semakin langka, inflasi semakin tinggi dan kemiskinan semakin meningkat. Semua ini adalah efek domino dari terjadinya konflik yang turut menyebabkan kelaparan di Nigeria. PBB juga telah menekankan gentingnya krisis kelaparan yang terjadi di Nigeria di mana sebagian besar melanda anak-anak. Dari 400 ribu anak penderita gizi buruk, 75 ribu di antaranya berpotensi tewas kelaparan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan andait diak ada penanganan serius.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*